Bangunan Rumahmu Tetap Aman, Meski di Wilayah Rawan Gempa

Gempa bumi yang menghajar Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) jadi perhatian dunia. Banyak bangunan hancur karena gempa itu. Walau sebenarnya, nyatanya Indonesia telah punyai tehnologi fondasi tahan gempa yang dapat membuat bangunan masih aman walau ditabrak guncangan.

Tehnologi itu ialah fondasi tahan gempa konstruksi sarang laba-laba (KSLL) yang hak patennya dipunyai oleh penemu asal Indonesia bernama Kris Suyanto.

Tehnologi konstruksi tahan gempa ini telah ada semenjak 1978 serta lebih serius ditingkatkan semenjak tahun 2003.

“Jadi diketemukan tahun 1978 sarang laba laba. Tahun 2003 diberikan ke saya, saya bangun dengan ITB serta dapat dibuktikan tehnologi itu wajar,” tuturnya pada detikFinance, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Baca Juga : gambar pondasi cakar ayam

Ia bercerita, dengan memakai tehnologi konstruksi sarang laba-laba, bangunan akan bergerak ikuti arah getaran. Hingga, dampak getaran gempa pada susunan bangunan semakin lebih minim serta kekuatan bangunan roboh juga lebih kecil.

“Pada skema laba-laba tidak dilawan, pergerakan gempa itu dibarengi, itu yang membuat konstruksi di atasnya tidaklah terlalu hadapi guncangan gempa,” tuturnya.

Ini berkebalikan dengan tehnologi fondasi konvensional seperti fondasi cakar ayam contohnya. Fondasi cakar ayam condong kaku serta berbentuk menantang arah getaran gempa. Hingga konstruksi bangunan yang didukung fondasi konvensional semakin lebih gampang roboh saat berlangsung gempa.

“Pada skema lain (konvensional) kuat dilawan kuat. Jika sambungannya dipancang di lain tempat tidak baik dapat roboh,” imbuhnya.