Belajar Menulis Dengan Benar

Menulis yakni satu kesibukan yang cukup mengasyikkan bagi beberapa orang. Via menulis orang dapat mencurahkan pandangan baru yang ada di dalam pikirannya. Apalagi jikalau pandangan baru-pandangan baru hal yang demikian dapat dibaca oleh orang lain. Melainkan ini akan memberikan satu kepuasan tersendiri bagi penulisnya, meski ia tak memperoleh upah dari apa yang ditulis hal yang demikian.

 

Lebih dulu kami berterima kasih pada produsengerobakangkring.com yang telah berpartisipasi dalam mengapresiasi tulisan ini. Semoga usahanya terus berkembang pesat.

 

Bagi aku pribadi, menulis menjadi salah satu kesibukan dalam mengisi waktu lowong. Seperti umpamanya saat tak ada profesi, saat selesai dari profesi atau saat tamasya. Dengan mengisi waktu lowong hal yang demikian, karenanya menulis dapat berguna salah satunya untuk menjaga supaya pikiran senantiasa berprofesi.

 

Tapi sedangkan menulis yaitu kesibukan yang cukup mengasyikkan, kadang-kadang ada perasaan malas juga saat sepatutnya mengetiknya. Seakan-akan jari-jemari malas untuk meraba tombol keyboard yang ada di hadapan. Jujur saja, bagi aku secara pribadi itulah sesungguhnya yang membikin aku malas untuk menulis.

 

Pun demikian, dikala ini ada sebagian aplikasi atau software yang dapat diterapkan untuk menggantikan kesibukan mengetik yang membosankan hal yang demikian. Software atau aplikasi itu menggantikan fungsi dari jari-jemari dan keyboard komputer dengan mesin yang dapat menerjemahkan dari bahasa verbal jadi bahasa artikel; dengan kata lain merubah kata atau kalimat yang dinyatakan menjadi kata atau kalimat yang dituliskan.

Dua Aplikasi Populer

 

Secara platform, aplikasi atau software ini ada yang berbasis Windows dan ada yang berbasis Android. Meski ada juga yang berbasis IOS. Sehingga, kesibukan menulis kita dapat dilaksanakan di komputer jinjing atau komputer atau di telepon seluler.

 

Tentu saja ini kian membikin kesibukan menulis menjadi terintegrasi dan tersinkronisasi antara satu perangkat dengan perangkat yang lainnya.

 

Di antara aplikasi alat tolong hal yang demikian yakni dictation.io dan speechnotes. Melainkan pertama yaitu aplikasi atau software berbasis Windows. Karena yang kedua yakni aplikasi yang berbasis Android juga berbasis Windows.

 

Melainkan pertama tidak dipungut bayaran meski yang kedua ada yang tidak dipungut bayaran ada yang berbayar. Pun keduanya sama-sama mempunyai fitur yang utama adalah merubah kalimat yang dinyatakan menjadi kalimat tertulis.

 

Untuk dapat mengerjakan kedua software hal yang demikian karenanya absolut dibutuhkan adanya koneksi dunia online. Sistem keduanya, dalam sistem kerjanya menerapkan server Google.

 

Tapi untuk aplikasi speech notes versi telepon seluler tak sepatutnya selamanya online atau terkoneksi dengan dunia online. Sistem di dalamnya ada fasilitas untuk men-download fitur secara offline.

 

Karena Pun

 

Karena pemakaian dari kedua aplikasi hal yang demikian sangatlah gampang dan dapat dipercaya. Sistem dua-duanya sesungguhnya sama-sama menerapkan mesin pengolah bunyi dari Google.

 

Dari sisi kecermatannya, keduanya juga mempunyai kesamaan. Meski aplikasi dictation.io dapat membubuhkan pedoman baca cuma dengan menyatakannya.

 

Misalkan kita berharap membubuhkan pedoman koma (,) karenanya cukup dengan menceritakan kata \\\”koma\\\”. Segala juga jikalau hendak membubuhkan spot (.) di akhir kalimat, karenanya cukup dengan menceritakan kata \\\”spot\\\”.

Karena jikalau berharap berganti alinea, karenanya kita cukup mengatakan kata \\\”baris baru\\\”. Karena juga pedoman baca yang lainnya seperti pedoman tanya, pedoman mengasyikan dan lain-lain.

 

Sebagai model,  ini aku buat dengan menerapkan aplikasi dictation.io versi PC atau komputer jinjing.  rangkaian kalimat yang ditulis ini, hampir secara keseluruhan yaitu hasil diktat via porgram dictation.io, bukan diketik manual dengan jari-jemari.

 

Memang kadang terjadi kekeliruan identifikasi dari kata yang dinyatakan. Tapi hal ini tak mengganggu jalannya kesibukan tulis-menulis. Sistem jikalau kalkulasikan secara statistik, karenanya kekeliruan diktat hal yang demikian tak hingga 5%, malahan mungkin kurang dari itu.

 

Mengahadapi kekeliruan ketik yang demikian, karenanya cukup saja kita edit manual atau kita diktatkan ulang supaya dibenarkan kembali oleh program hal yang demikian. Memang tak ada mesin yang total yang dapat menggantikan manusia.