• Home »
  • Uncategorized »
  • Dengan Produksi Polygon Sekarang Capai 600. 000 Unit Per Tahun, Industri Lokal Pilih Ekspor

Dengan Produksi Polygon Sekarang Capai 600. 000 Unit Per Tahun, Industri Lokal Pilih Ekspor

Industri sepeda dalam negeri mulai ketar-ketir menyaksikan angka import sepeda. Apabila senantiasa dilewatkan, pemeran upaya sepeda risau pasar sepeda domestik dipenuhinya oleh sepeda import. Berpedoman data Tubuh Pusat Statistik (BPS) , import sepeda tahun 2013 naik 223, 4 prosen berubah menjadi 138, 5 juta dollar AS, dari realisasi import tahun 2012 sebesar 42, 8 juta dollar AS. Angka import ini termasuk juga import sepeda balap serta sepeda yang lain.

Lonjakan import ini gak terlepas dari perebutan pasar sepeda dalam negeri. Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) mengira, kenaikan import lantaran harga sepeda import lebih bersaing. Wajar saja, bea masuk import sepeda utuh tambah murah dibanding dengan import bagian sepeda buat dirakit dalam negeri. ” Ini lantaran belumlah ada harmonisasi harga bea masuk bagian sepeda dengan bea masuk import sepeda utuh, ” kata Rudiyono Ketua Umum AIPI terhadap KONTAN, saat lalu.

Sampai sekarang, bea masuk import bagian sepeda dibandrol 10 persen-15 prosen. Mengenai bea masuk import sepeda cuman 10 prosen. ” Mesti ada harmonisasi bea masuk, lantaran sekarang peraturan gak memihak ke industri dalam negeri, ” ujarnya. Dengan keadaan itu, industri sepeda domestik mengimpor 10 prosen kepentingan bagian, seperti gear, serta rantai sepeda.

Baca Juga : sepeda pacific murah

Mengenai frame, garpu, serta setang dapat dipasok dari industri dalam negeri. Mengenai kemampuan produksi sepeda dalam negeri merupakan 2, 5 juta unit per tahun. Lebih kurang 30 persen-40 prosen sama dengan 750. 000- 1 juta unit di export ke Eropa, Amerika Serikat (AS) . Dan 60 prosen atau 1, 5 juta unit buat pasar domestik. Tahun ini, pasar sepeda domestik diprediksikan 5 juta – 5, 5 juta unit, turun 10 persen-15 prosen dari tahun yang kemarin. ” Penurunan lantaran ini tahun pemilu, ” jelas Rudiyono.

Perihal import sepeda tahun ini, Rudiyono memperkirakan angkanya capai 4 juta unit. Aslinya 70 prosen dari Tiongkok, 20 prosen dari Taiwan, bekasnya dari Asia Tenggara seperti Malaysia. ” Kami menentukan export, lantaran pasar dalam negeri dibanjiri sepeda import, ” jelas Rudiyono. Tidak cuman bea masuk, Rudiyono sayangkan kurangnya pengawasan kwalitas Standard Nasional Indonesia (SNI) . ” Banyak sepeda import memanfaatkan satu SNI buat banyak bagian.

SNI sepeda gunung dimanfaatkan buat sepeda model lain, ini tak benar, ” ujarnya. Ronny Lianto, Direktur Polygon Indonesia, produsen sepeda paling besar di Indonesia. mengakui beri dukungan usaha AIPI mengerjakan harmonisasi harga bea masuk import bahan baku. ” Kami beri dukungan masukan itu buat industri dalam negeri, ” jelas Ronny.

Dengan produksi Polygon sekarang capai 600. 000 unit per tahun, kemampuan terpakai pabrik ini capai 80 persen-90 prosen. Mengenai penjualan Polygon, sebesar 60 prosen buat pasar export ke-50 negara, bekasnya dalam negeri. Export Polygon paling besar ke Eropa (60 persen-70 prosen) , AS (10 prosen) , Australia (5 prosen) , bekasnya ke negara lain.