Sumber Energi Abadi yang Belum Terpakai: Apa itu Energi Matahari?

Sumber Energi Abadi yang Belum Terpakai: Apa itu Energi Matahari?

Definisi paling tepat dari Solar Energy adalah jelas – “energi dari matahari”. Ini adalah istilah yang digunakan untuk mengklasifikasikan radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari dan dicegat oleh Bumi. Ini adalah sumber energi paling permanen dan dapat diandalkan di dunia dan paling banyak atau yang biasa di ajarkan dalam dunia pendidikan mengenai matahari

Penggunaan energi matahari di bumi meliputi pemanasan matahari untuk bangunan, panas matahari untuk manufaktur atau industri dan produksi listrik. Lalu apa itu energi matahari? Bagaimana pengaruhnya terhadap kita?

Energi surya bertanggung jawab atas sistem cuaca dan arus laut. Ini memberikan cahaya, panas, dan energi untuk semua makhluk hidup di Bumi. Ini memiliki banyak kegunaan. Ini memasok listrik; Bisa digunakan untuk menyalakan mobil.

Energi surya juga digunakan sebagai daya untuk satelit di ruang angkasa dan di luar angkasa. Bisa juga tenaga kapal, generator selama keadaan darurat, mainan, dan bahkan sistem keamanan.

Jumlah energi surya yang diterima bumi sekitar 770 triliun kilowatt (kW), yang jumlahnya 5.000 kali lebih besar dari jumlah energi lainnya, semoga itu energi nuklir terestrial, energi panas bumi atau energi gravitasi.

Ada dua jenis energi matahari. Ini adalah:

  1. Energi Panas
  2. Energi Listrik

Apa perbedaan antara kedua jenis energi itu?

Energi termal adalah energi kinetik. Itu ada dimana-mana. Itu membuat bumi menjadi panas dan bahkan memanas rumah kita. Ini membantu kita untuk mengeringkan pakaian kita. Ini digunakan juga untuk memanaskan air untuk keperluan rumah tangga atau bahkan kolam renang. Itulah sebabnya energi panas disebut energi panas karena disimpan di pusat bumi juga.

Energi listrik banyak dikenal kita sebagai listrik. Ini adalah bagian penting dari alam dan ini adalah salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan. Ini menggunakan sinar matahari untuk menyalakan peralatan listrik biasa, seperti peralatan rumah tangga, komputer, dan penerangan.

Sebagian besar aplikasi energi matahari bergantung pada sistem termasuk kolektor, penyimpanan dan kontrol. Penyimpanan diperlukan karena energi matahari hanya tersedia pada siang hari, namun permintaan energi dibutuhkan pada siang dan malam hari. Kontrol digunakan untuk menjamin bahwa sistem penyimpanan bekerja dengan aman dan efisien.

Aksesibilitas energi matahari ditentukan oleh tiga faktor:

  • Lokasi biasanya diukur dengan garis lintang, bujur dan ketinggian.
  • Waktu.
  • Cuaca.

Selain mengetahui bahwa energi matahari masih merupakan energi bebas, Anda harus menyadari bahwa ia juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Keuntungannya adalah:

  • Energi surya hampir tak terbatas; itu akan tersedia selama masih ada manusia di bumi.
  • Ini melimpah. Anda tidak akan khawatir kehabisan itu.
  • Ini bisa memberi lebih banyak kekuatan daripada semua cadangan bahan bakar fosil yang diketahui.
  • Energi surya tersedia pada siang hari saat penggunaan listrik sangat penting.
  • Ini adalah sumber energi terbarukan yang paling tak ada habisnya yang diketahui manusia.
  • Energi matahari bisa diserap, dipantulkan, ditransmisikan, dan terisolasi.
  • Dapat dikumpulkan dan disimpan dalam baterai.

Kelemahannya adalah:

  • Tidak cocok di daerah berawan.
  • Tidak tersedia di malam hari.
  • Dan mungkin memerlukan lahan yang luas.

Sebagai pengingat, tingkat energi matahari lebih rendah di utara situs. Mengingat geografi, musim merupakan penentu penting tingkat energi matahari karena posisi Matahari dan cuacanya sangat bervariasi dari musim panas ke musim dingin.