Teknik Memilih geosintetik yang tepat untuk proyek anda

geomembrane

Kondisi lahan indonesia yang sebagian besar masih merupakan tanah lunak membuat pengerjaan konstruksi sipil membutuhkan perkuatan agar tidak mudah longsor. Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk memperkuat konstruksi, salah satunya adalah dengan menggunakan geosintetik. geosintetik merupakan material sintetik yg difungsikan pada masalah geoteknik. Penggunaan bahan sintetik ini berkaitan dengan sifat ketahanan (durabilitity) material sintetik pada senyawa-senyawa kimia, pelapukan, keausan, sinar ultra violet dan mikroorganisme. Material sintetik ini merupakan hasil polimerisasi dari industri-industri kimia atau minyak bumi. Umumnya polimer yang digunakan untuk pembuatan geosintetik adalah Polyester (PET), Polyamide (PM), Polypropylene (PP), dan Polyethylene (PE).

Geosintetik kini merupakan alternatif penanganan yang sangat menarik untuk pekerjaan yang meliputi penimbunan di atas tanah lunak. Fungsi yang pertama selalu ditujukan untuk meningkatkan faktor keamanan timbunan secara temporer (sementara). Dan Fungsi yang kedua selain untuk memperoleh timbunan yang semakin stabil konstruksi bertahap (staged construction) juga untuk mempercepat penurunan konsolidasi.

Pada dasarnya, lapisan-lapisan geosintetik berperan sebagai material yang memperkuat atau mempercepat proses konsolidasi tanah lunak. Caranya mempercepat waktu konstruksi atau mempertegak kemiringan lereng timbunan dimana kedua opsi tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa menggunakan perkuatan.

Berikut adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkan pada saat memilih geosintetik sebagai perkuatan dasar, yaitu: Kuat tarik dan kekakuan , Ketahanan geosintetik terhadap kerusakan mekanik ,Karakteristik ikatan antara tanah dan geosintetik, Karakteristik rangkak , Durabilitas.

Geosintetik sendiri ada berbagai macam dan tipe nya, yang diklasifikasikan dalam beberapa bentuk sebagai berikut :
Geotekstil, bahan geosintetik lembaran dari bahan lulus air. Geogrid, product geosintetik berupa lubang-lubang berbentuk segi empat (geotextile grid) atau lubang berbentuk jaring (geotextile net)
Geocomposite, merupakan paduan dari dua atau lebih bahan geosintetik.
Geomembrane, geosintetik lembaran yang impermeable atau tidak tembus air,
Geocell, geosintetik yang berbentuk berapa sel memiliki fungsi sebagai penahan erosi atau perkuatan
Geotube, geosintetik yang berbentuk tabung memanjang
Geobag, geosintetik ini berbentuk karung yang berfungsi sebagai perkuatan di aliran sungai atau pantai.

You Might Also Like

Leave a Reply